Selasa, 16 Juli 2013

Amalan pada Malam Lailatul Qadar

Mulailah amalan pada jam 12.00 tengah malam.

1. Solat sunat wuduk selepas mengambil wuduk.

2. Solat sunat hajat dan berdoa kepada Allah supaya dipertemukan malam Lailatul Qadar.

3. Membaca Al-Quran.

4. Istighfar selama 30 minit atau 1000 kali (Astaghfirullah hal azim wa atubu ilaih).

5. Zikrullah (La ila ha illallah 1000X , La ila ha illallah muhammadur rasulullah 300X, Allahhu akbar 300X).

6. Bertasbih:

  • Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, Allahhu akbar, wala haula wala qhuwwata illa billahil ‘aliyyil ‘aziim 300X
  • Subhanallah wabihamdihi, Subhanallah il azim 300X
  • Subhana robbiyal 'ala wabihamdih 300X
  • Subhana robbiyal a’zimi wabihamdih 300X
7. Selawat 100X atau 1,000X (Allahhumma solli ‘ala Muhammad).
8. Solat sunat tahajjud.
9. Solat sunat tasbih.
10. Sambungkan dengan zikrullah atau membaca Al-Quran sehingga solat Subuh.

AWAL DARI KEMELARATAN PANJANG

| 6 November 2012 | 0 Comments
Ilustrasi dari Inet
Saudaraku..
Abu Dzar al Ghifari ra pernah berujar:
“Maukah aku beritahukan kepada kalian perihal hari kemelaratanku (yang hakiki)?. Yaitu hari di mana aku di masukkan ke dalam kuburku.”
(Mawa’izh as shahabah, Shalih Ahmad al Syami).
Saudaraku..
Banyak orang yang lari dari kemiskinan hidup. Berbagai upaya dilakukan agar ia terhindar dari kemelaratan. Tidak sedikit ja
lan ditempuh untuk menyelamatkan diri darinya. Baik itu jalan yang benar ataupun jalan yang salah. Baik itu dengan cara yang halal ataupun dengan cara yang haram. Entah itu diraih dengan keridha’an orang lain maupun dengan cara menzalimi sesama. Karena kemiskinan ia pandang sebagai bencana, kepahitan tak terkira dan momok dalam kehidupan.Ungkapan sahabat Nabi yang dikenal zuhud ini, memberikan arahan bagi perjalanan hidup kita ke depan. Di antaranya: • Kemiskinan sejati adalah miskin amal shalih bukan miskin wajah, harta, jabatan, kedudukan, popularitas dan yang lainnya. Di kubur itulah tergambar jelas masa depan kita di sana. Apakah berakhir cerah atau sebaliknya suram dan gelap.
• Saat malaikat Munkar dan Nakir bertanya mengenai siapa Tuhan kita, siapa Nabi kita dan apa agama kita di alam kubur, maka yang akan menjawab adalah amalan kita dan bukan lisan kita. Jawaban yang tepat adalah pertanda baik untuk ujian berikutnya. Sebaliknya ketidak mampuan diri untuk memberikan jawaban yang benar, merupakan awal dari bencana besar yang telah menantinya.
• Setelah kita meninggalkan dunia, tiada lagi bermanfaat kenikmatan dunia yang telah kita kumpulkan berpuluh-puluh tahun dengan perasan keringat. Bahkan tidak jarang, harta benda yang kita tinggalkan justru menjadi pemicu keretakan dan pertikaian bagi ahli waris kita.
• Setelah berada di alam kubur, tiada seorangpun yang merasa dirinya kaya raya, walau segala kenikmatan hidup di dunia telah diraihnya. Karena setiap orang merasa kurang dengan amal shalih yang telah diukirnya di dunia. Terlebih bagi orang yang telah menzalimi diri sendiri, dengan jalan menghalangi dirinya dari beramal shalih. Padahal waktu, peluang dan kesempatan terbentang di hadapannya.
• Sebelum terlambat, mari kita sadari hakikat kemiskinan dan kemelaratan ini. Kita boleh miskin dan melarat di dunia. Tapi jangan sampai kita miskin dan melarat di akherat sana. Yang dimulai dari alam kubur kita. Sebab jika ajal telah menjemput kita, kehidupan sejati baru kita mulai. Apakah kita menjadi kaya lantaran pundi-pundi amal shalih yang telah kita himpun dengan susah payah di dunia. Atau sebaliknya, kita menjadi miskin amal lantaran silau dengan gemerlapnya dunia dan tertipu dengan kenikmatan semu.
• Membuka lembaran-lembaran hidup para salafus shalih, terlebih para sahabat mulia, merupakan jalan menuju keshalihan pribadi. Di sana ada keteladanan. Di sana ada pelita penerang. Dan di sana ada contoh nyata, bagaimana kita menjadi sosok pribadi muslim yang mendekati kata ‘ideal’.
Ya Rabbi, jadikanlah kami orang-orang yang kaya di akherat sana dan mudahkanlah kami mengukir amal-amal shalih dalam hidup dan kehidupan ini. Amien. Wallahu a’lam bishawab.
- See more at: http://inspirasiislami.com/index.php/2012/11/awal-dari-kemelaratan-panjang/#sthash.J8BIPngd.dpuf

Hidayah Adalah Sebaik-baiknya Nikmat Allah SWT


sunnah
Ketahuilah bahwa karunia Allah yg paling besar kepada para hambanya adalah hidayah kepada agama ini, serta taufiq yg dgnnya seoarng hamba dapat berpegang teguh dgn hidayah Allah hingga bisa selamat baik di dunia maupun di akhirat kelak,  dan mendapatkan kebahagian yg abadi.
Sesungguhnya Allah banyak sekali memberikan nikmat-nikmat-Nya kepada para hamba-Nya, dgn memberikan hidayah kepada dinul islam, agama yg Allah ridhoi, dimana Allah tidak akan menerima agama selainnya.
Allah Swt berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu”. (QS. al-Maidah:3)
Pada ayat yg lain Allah  berfirman:
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
“Sesungguhnya agama (yg diridhai) disisi Allah hanyalah Islam”. (QS. Ali Imran:19)
Dan juga firman-Nya:
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yg rugi”. (QS. Ali Imran:85)
Firman-Nya pada ayat yg lain:
“Tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan, mereka Itulah orang-orang yg mengikuti jalan yg lurus. Sebagai karunia dan nikmat dari Allah. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. al-Hujurat:7-8).
Oleh karena itu, ketahuilah bahwa karunia Allah yg paling besar kepada para hambanya adalah hidayah kepada agama ini, serta taufiq yg dgnnya seoarng hamba dapat berpegang teguh dgn hidayah Allah hingga bisa selamat baik di dunia maupun di akhirat kelak, dan mendapatkan kebahagian yg abadi.
Ya Allah jadikanlah kami sebagai hamba-hamba-Mu yg selalu mendapatkan hidayah-Mu. Aamiin.
Salam !

Doa-Doa Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Muhammad-SAW.jpg
Rasulullah SAW bersabda : “Berdoalah kamu sekalian kepada Allah SWT dengan perasaan yakin akan dikabulkannya doamu. Ketahuilah bahwasannya Allah SWT tidak akan mengabulkan doa orang yang hatinya lalai dan tidak bersungguh-sungguh”. (HR. At-Tirmidzi)

DOA PENAWAR HATI YANG DUKA
Doa Tatkala Dirundung Gundah, Sedih, dan Perasaan Tak Menentu:
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي
وَذَهَابَ هَمِّي
Allaahumma innii ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatik, naashiyatii biyadik, maadlin fiyya hukmuk, ‘adlun fiyya qadlaa’uk, as-aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, au anzaltahuu fii kitaabika, au ‘allamtahu ahadan min khalqika, awis ta’tsarta bihii fii ‘ilmil ghaibi ‘indaka, an taj’alal Qur’aana rabii’a qalbii wanuura shadrii wajalaa’a huzni wa dzahaaba hammii
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku”.
(HR Ahmad 1/391, 452, alhakim 1/509 ibnu hibban no 372)

DOA AGAR TIDAK GALAU & DOA PERLINDUNGAN AGAR TENANG
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.
“Allahumma inni audzubika minnal khammi wal khajani wal ajzi wal kasali wal bukhli wal jubni wa gholabatidzayini wa qohrirrijal”
“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang”. (HR. Bukhari 7/158)
Riwayatnya :
Abu Sa’ad Al-Khudri ra berkata, “Suatu hari Rasulullah masuk masjid, tiba-tiba beliau berhenti ‎​dan bertanya, ‘mengapa kamu duduk-duduk di masjid di luar waktu shalat?’.
Abu Umamah ra menjawab, ‘karena kegalauan yang melanda hatiku ‎​dan hutang-hutangku, wahai Rasulullah’
Rasulullah menjawab, ‘Bukankah aku telah mengajarimu beberapa bacaan doa, bila kan baca. niscaya Allah akan rasa galau dari dirimu ‎​dan melunasi hutang-hutangmu’.
Lalu Rasulullah mengatakan, ‘Ketika pagi ‎​dan sore ucapkanlah Allahumma inni a’udzubika minal hammi wal hazaan…(doa diatas)’
Kemudian aku melakukan perintah tadi ‎​dan Allah menghilangkan rasa galau dari diriku”. (HR. Abu Dawud)
DOA BELINDUNG DARI KEKIKIRAN DAN FITNAH
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, Rasulullah SAW berdoa kepada Allah :
“AUU’DZUBIKA MINAL BUKHLI WAL KASALI, WA ARDZALIL UMURI, WA A’DZAABIL KUBRI, WA FITNATI DAJJALI, WA FITNAH MAHYAA WAL MAMAATI”.
“Ya Allah,aku berlindung kepadamu dari kekikiran, dari kemalasan, dari kepikunan, dari azab kubur, dari fitnah Dajjal, dan dari fitnah hidup dan mati”. (HR.Bukhari)

DOA DIBERI KEMUDAHAN & TERHINDAR DARI PUTUS ASA
Doa pertama,
رَبَّنَا آتِ نَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
“Rabbanaa atinaa miladunka rahmat wahayi’lana min amrinaa Rasyadaa”
Artinya: Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini. (QS. Al-Kahfi: 10).
Doa kedua,
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
“Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul. hazna idza syi’ta sahlaa”
artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau. menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.
(Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya 3/255.  Dikeluarkan pula oleh Ibnu Abi ‘Umar, Ibnus Suni dalam ‘Amal Yaum wal Lailah, Lihat Jaami’ul Ahadits, 6/257, Asy Syamilah)

DOA AGAR BISA MELUNASI UTANG
اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.
“Ya Allah! Cukupilah aku dengan rezekiMu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karuniaMu (hingga aku tidak minta) kepada selainMu”. (HR. Tirmidzi 5/560, dan lihat kitab shahihul Tirmidzi 3/180).
Salam !

Kajian Tentang Taubat Nashuha

SYARAT TAUBAT : TAUBATAN NASHUHA
Taubat adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah seraya berpaling dari jalan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat. Taubatan Nasuha adalah Taubat Total.

☑ SYARAT TAUBAT-Menyesali perbuatannya
-Menjauhkan diri dari perbuatan dosa lagi
-Tekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa

☑ AMALAN TAUBAT
- Rasulullah biasa berdzikir “astaghfirullah wa atubu ilaihi” 70x atau 100 x setiap harinya
- Perbanyak shalat / shaum sunnah serta sedekah
- Tidak ada shalat Taubat atau Ibadah-ibadah lain terkait dengan Taubat, seperti mandi taubat dll

☑ DALIL DALILNYA
Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: Saya mendengar dari Rasulullah SAW, bersabda: “Demi Allah, sesungguhnya saya membaca istighfar dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali setiap hari.” (HR. Bukhari)
“Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali”. (HR. Muslim)

☑ Ciri-ciri Taubat yang diterima :
-Setelah melakukan taubat, ia menjadi lebih baik dari sebelumnya
-Takut akan azab Allah
-Menyesali perbuatannya dan tidak mengulangi lagi

☑ TAUBAT RASUL
Rasul dan suri tauladan kita, Nabi Muhammad saw adalah orang yang paling banyak beristigfar dan bertaubat padahal beliau adalah ma’shum, yaitu orang yang telah diampuni dosa yg telah lalu dan akan datang. Sebagaimana hal ini terdapat pada firman Allah,
“…Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus.” (Qs. Al Fath: 1-2)
Aisyah ra berkata,
“Rasulullah saw terbiasa shalat sehingga kakinya pecah-pecah. Kemudian aku mengatakan kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan hal ini padahal engkau telah diampuni dosa yang telah lalu dan akan datang.’ Lalu Rasulullah saw mengatakan, ‘Tidakkah engkau menyukai aku menjadi hamba yang bersyukur’”. (HR. Muslim 7304)

BACAAN TAUBAT RASUL
1. Dari Ibnu Umar, beliau mengatakan bahwa jika kami menghitung dzikir Rasulullah saw, beliau mengucapkan,
رَبِّ اغْفِرْ لِى وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
‘Robbigfirliy wa tub ‘alayya, innaka antat tawwabur rohim’
“Ya Allah ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang] sebanyak 100 kali”. (HR. Abu Daud)

2. Nabi saw bersabda, “Barangsiapa yg mengucapkan, ‘Astaghfirullahal’adzim alladzii laailahailla huwalhayyul qayuum wa atuubu ilaihi’, maka Allah akan mengampuni dosanya”. (HR. Abu Dawud 1517, Tirmidzi 3577)

3. Aisyah ra berkata bahwa beliau mendengar Rasulullah saw (ketika menjelang kematiannya) sedang bersandar padanya. Lalu beliau mengucapkan,
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَأَلْحِقْنِى بِالرَّفِيقِ الأَعْلَى
“Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku dan kumpulkanlah aku bersama orang-orang sholih.” (HR. Bukhari no. 5674. Lihat Al Muntaqho Syar Al Muwatho’)

Jumlah terbanyak dari dzikir-dzikir Nabi adalah seratus dipagi hari dan seratus disore hari. Bacaan zikir Pagi dan Petang sesuai sunnah Insya Allah akan dikaji nanti).
Sedangkan riwayat yang menyebutkan sampai seribu kali bahkan lebih dari itu adalah munkar, karena haditsnya dhaif (Silsilah al-haadiits adh-dha’iifah no. 5296)
Jadi lihatlah kehidupan Nabi saw yang setiap waktunya selalu diisi dengan istighfar bahkan sampai akhir hayat hidupnya pun beliau tidak lepas dari amalan tsb.
Bagaimana dengan kita?
Salam !

Kebaikan dan Fadhilat Beristighfar Setiap Hari.


Kebaikan dan Fadhilat Beristighfar Setiap Hari.

by Abu Basyer on Thursday, December 9, 2010 at 11:05am
Sahabat yang dirahmati Allah,
Istighfar sering diertikan dengan permohonan ampun kepada Allah s.w.t. atas dosa atau kesalahan yang dilakukan. Lazimnya jika seseorang melakukan kesalahan dan kemudian menyesal akan perbuatannya itu, maka istighfar yang disertai dengan niat taubat yang ikhlas akan dilafazkan dengan harapan agar dosa atau kesalahan yang dilakukan akan diampunkan oleh Allah s.w.t.

Jika dilihat pada pengertian istighfar, maka tiada perbezaan antara istighfar dan taubat. Dari satu sudut, istighfar dan taubat mempunyai maksud yang sama iaitu kembali kepada Allah s.w.t. Keduanya mempunyai persamaan dalam permohonan untuk menghapuskan segala noda dan dosa yang telah dilakukan.

Hakikat istighfar dalam Islam adalah menundukkan jiwa, hati dan fikiran kepada Allah s.w.t. sambil memohon ampun dari segala dosa.

Allah s.a.w. memerintahkan hamba-hambaNya supaya beristighfar sebagaimana firmanNya yang bermaksud :"Dan hendaklah engkau memohon ampun kepada Allah, kerana sesungguhnya Allah adalah amat Pengampun, lagi amat Mengasihi"(Surah an-Nisaa ayat 106)

Firman Allah s.w.t maksudnya :"Dan mintalah ampun kepadaNya bagi salah silap yang engkau lakukan, dan bagi dosa orang-orang yang beriman (lelaki dan perempuan)."(Surah Muhammad ayat 19)

Walaupun istighfar adalah sunat, namun perintah Allah s.w.t. pada ayat-ayat di atas menunjukkan adanya penegasan bahawa istighfar merupakan satu tuntutan agama yang tidak boleh dilupakan. Oleh itu adalah menjadi kewajipan sebagai orang Mukmin untuk sentiasa beristighfar bukan saja sebagai tuntutan yang perlu dipenuhi malahan untuk merebut fadhilat istighfar sebagaimana yang disebut dalam al-Qur'an dan hadis-hadis Nabi s.a.w.

Sabda Nabi s.a.w. yang bermaksud : "Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan memohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari sebanyak 100 kali"(Hadis Riwayat Muslim).

Sahabat yang dimuliakan,
Terdapat banyak kebaikan dan fadhilat beristighfar.  Perkara-perkata tersebut adalah seperti berikut :

Pertama : Di hapuskan dosa-dosanya dan terselamat daripada azab Allah s.w.t.

Firman Allah s.w.t. yang bermaksud :“Dan tidaklah Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun (istighfar)”(Surah Al-Anfal ayat 33)

Nabi s.a.w bersabda maksudnya : "Barangsiapa mengucapkan 'Astaghfirullahal Adzim aladzi laa ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaihi' akan diampuni dosa-dosanya, meskipun pernah lari dari medan peperangan"
(Hadis Riwayat Al Hakim)

Kedua : Mendapat balasan Syurga.

Firman Allah s.w.t. maksudnya :  “Dan juga orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji, atau menganiaya diri sendiri, mereka segera ingat kepada Allah lalu memohon ampun akan dosa mereka dan sememangnya tidak ada yang mengampunkan dosa-dosa melainkan Allah dan mereka juga tidak meneruskan perbuatan keji yang mereka telah lakukan itu, sedang mereka mengetahui (akan salahnya dan akibatnya). Orang yang demikian sifatnya, balasannya ialah keampunan dari Tuhan mereka, dan Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka pula kekal di dalamnya, dan demikian itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang beramal.” (Surah al-Imran ayat 135-136)

Menurut Qatadah rahimahullah: “Al-Qur’an menunjukkan kepada kamu tentang penyakit bagi kamu dan penyembuh (ubat) bagi kamu. Adapun penyakit bagi kamu adalah dosa dan penyembuh (ubat) bagi kamu adalah istighfar”.

Berkata Sayyidina Ali k.w.: “Satu keajaiban pada siapa yang binasa (kerana dosa), namun bersamanya penyelamat”. Ditanyakan kepadanya: “Apa dia (penyelamat itu)?” Beliau menjawab: “Istighfar”.

Ketiga :  Terselamat daripada melakukan perbuatan keji .

"Tidaklah (dianggap) melanjutkan (perbuatan keji) orang yang memohon ampun, meskipun dalam sehari ia ulangi sebanyak 70 kali"(Hadis Riwayat Abu Ya’la Al-Maushuli, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Al-Bazzaar dalam Musnadnya, Ibnu Katsiir mengatakan, ia hadis hasan; Tafsiy Ibnu Katsir, 1/408).

Keempat : Di jauhi daripada sifat gelisah (ham) dan berdukacita (hazan).

Sabda Nabi s.a.w yang bermaksud : “Siapa yang melazimkan amalan istighfar, akan dikeluarkan Allah dari sifat ham dan hazan. Sifat ham bererti gelisah yang tidak menentu yang sering melanda kaum wanita. Sifat hazan bererti berdukacita”

Kelima : Tidak akan mendapat penyakit lupa (nyanyuk).

Sabda Rasulullah s.a.w yang maksudnya : “Siapa yang melazimkan amalan istighfar 70 kali sehari, dia tidak akan  ditulis sebagai orang yang lupa (nyanyuk).”

Keenam : Di bebaskan daripada kedukaan , menghilangkan kesempitan hidup dan mendapat rezeki dijalan yang tidak diduga-duga.

Nabi s.a.w bersabda yang bermaksud : "Barang siapa memperbanyak Istighfar maka Allah akan membebaskannya dari kedukaan, dan memberinya jalan keluar bagi kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duga"(Hadis Riwayat Abu Dawud).

Sahabat yang dikasihi,
Basahkanlah lidah kita dengan istighfar setiap hari lebih daripada 100 kali kerana Nabi s.a.w yang bersifat maksum dan tidak berdosa pun beristighfar 100 kali sehari, maka kita yang penuh dengan noda dan dosa perlu beristighfar lebih banyak lagi oleh itu lakukanlah sebanyak-banyak yang boleh.

Lidah yang sentiasa beristighfar akan di benci oleh syaitan dan syaitan tidak akan hadir bersama kita.

Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud :"Wahai Iblis, apakah senjata yang dapat menghancurkan engkau?"Berkata Iblis, "Ya Nabi Allah. Orang-orang yang banyak berzikir dan banyak bersedekah dengan bersembunyi (ikhlas hati) serta berbanyak-banyak taubat (beristighfar) dan banyak membaca al-Qur'an Kalam Allah, dan banyak sembahyang di tengah malam. Itu semua akan menghancurkan aku".

Kalimah istighfar yang perlu kita baca adalah :

 أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمِ اَلَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُوْمُ وَ أَتُوْبُ إِلَيْه 'Astaghfirullahal Adzim aladzi laa ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaihi'

Semoga kita sentiasa berada di dalam rahmat dan keampunan Allah s.w.t. dan mendapat balasan Syurga yang disediakan-Nya untuk orang-orang Mukmin.