Komponen pendukung sistem kelistrikan yang baiasanya ada pada kulkas, di antaranya :
1.MCB
2.Voltmeter
3.Amperemeter
4.Wattmeter
5.Time delay relay
6.Lever switch
7.Kontaktor
8.Junction terminal
9.Saklar
Secara keseluruhan, rangkaian kelistrikan pada sistem terbagi dalam dua bagian, yaitu :
1. Rangkaian daya
2. Rangkaian control
RANGKAIAN DAYA
Rangkaian
daya merupakan rangkaian pokok dari suatu sistem kelistrikan. Komponen
yang digunakan juga merupakan komponen yang terkendali. Dalam rangkaian
daya ini terdapat satu buah motor kompresor yang dihubungkan dengan
kontaktor yang teraliri arus pada rangkaian kontrol. Selain motor
kompresor, terdapat beberapa komponen lain seperti termometer digital,
pilot lamp untuk sumber arus pada sistem, ampere meter, voltmeter, dan
wattmeter pada saluran rangkaian daya yang dilengkapi dengan switch MCB
sebagai saklar on/off arus pada sistem.
MCB [Miniatur Circuit Breaker]
digunakan untuk pengaman terhadap beban lebih atau arus hubung singkat.
Maka jika terjadi arus beban yang berlebih/hubung singkat, maka MCB ini
akan bekerja sesuai fungsinya yaitu memutuskan rangkaian dari sumber
tegangan.
Volt-meter
berfungsi untuk mengukur besarnya tegangan listrik yang dipakai pada
sistem. Dalam hal ini besar tegangan listrik yang terjadi adalah 220
volt.
Ampere-meter berfungsi
untuk mengukur besarnya arus listrik yang mengalir pada sistem. Semakin
tinggi perbedaan tekanan pada sisi tekanan tinggi dan sisi tekanan
rendah pada sistem, maka arus yang terjadi akan semakin besar.
Ampere-meter juga bisa digunakan sebagai acuan untuk menentukan
banyaknya refrigerant yang dimasukan ke kompresor. Jika jarum ampere
meter telah menunjukan arus sebesar 2.5 3.0 maka refrigeran telah
cukup.
Watt-meter
adalah alat untuk mengukur besarnya jumlah kerja/daya input yang
digunakan untuk menjalankan sistem khususnya pada kerja motor kompressor
dan kumparan solenoid valve.
RANGKAIAN KONTROL
Rangkaian
kontrol merupakan bagian yang mengontrol sistem kelistrikan, dalam
pengoperasiannya dilakukan secara otomatis dan komponennya terpasang
terpisah dengan rangkaian daya. Pada rangkaian kontrol ini terdapat
beberapa komponen yang digunakan seperti saklar [toggle dan MCB]
kontaktor, delay timer, HLP, fault pilot lamp [sebagai indikasi jika HLP
bekerja], solenoid valve dengan pilot lampnya, switch on / off
rangkaian kontrol.
Time Delay Relay
adalah alat yang berfungsi untuk menunda arus awal yang besar yang
masuk kedalam alat-alat ukur yang mempunyai tahanan dalam rendah,
sehingga dapat menghindari kerusakan yang mungkin terjadi dalam alat
tersebut. Dalam trainer ini timer yang digunakan adalah timer on delay
relay berfungsi untuk menunda arus awal yang cukup besar masuk ke dalam
alat-alat ukur yang mempunyai tahanan dalam rendah.
Kontaktor
adalah komponen listrik yang berfungsi untuk melewatkan arus menuju
komponen yang dituju dengan menggunakan saklar on/off sebagai prinsip
kerjanya. Kerja kontaktor ini berdasarkan pada suatu kumparan yang
dialiri arus, yang mana saklar N/O atau N/C akan membuka atau menutup
sesuai dengan ada atau tidaknya arus yang masuk di dalamnya.
Junction Terminal
pada dasarnya hanya sebagai penghantar arus listrik dari dan menuju
alat-alat kontrol. Alat ini memudahkan kita untuk menghubungkan kabel
yang terlalu banyak jumlahnya.
Pilot Lamp digunakan sebagai lampu indikator bahwa sistem atau komponen yang dihubungkan paralel dengannya sudah bekerja.
Lever Switch [Saklar Togle]
adalah alat yang digunakan sebagai saklar untuk mematikan atau
menghidupkan sistem secara manual. Switch yang sering digunakan
merupakan switch jenis togle dengan pengunci. Switch tersebut mempunyai
satu pole atau dua pole.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar